Dasar Fotografi: Memahami Exposure Dalam Memotret
Ini adalah bagian pertama dari Bab Dasar Fotografi: Memahami Exposure dan Segitiga Emas Dalam Fotografi.
Di bagian ini kita akan mempelajari tentang exposure serta peran pentingnya dalam belajar fotografi.
Exposure sendiri adalah dasar dari fotografi atau bisa dikatakan sebagai fondasi dalam memahami fotografi.
Exposure dalam pemahaman yang sangat sederhana adalah terang dan gelap dari sebuah foto.
Jika kamu baru pertama kali mendengar kata exposure, maka cobalah terlebih dahulu untuk mencari perbedaan dari tiga foto yang identik di bawah ini.
Mari lihat kembali, secara sederhana foto yang paling kiri adalah foto yang paling gelap, sedangkan yang paling terang adalah foto yang paling kanan.
Jika kamu baru pertama kali mendengar kata exposure, maka cobalah terlebih dahulu untuk mencari perbedaan dari tiga foto yang identik di bawah ini.
Mari lihat kembali, secara sederhana foto yang paling kiri adalah foto yang paling gelap, sedangkan yang paling terang adalah foto yang paling kanan.
Jika foto tampak gelap maka sering disebut foto itu under exposure, demikian juga sebaliknya jika terlalu terang maka disebut over exposure, entah mengapa kalau sudah pas tidak disebut exposure saja tanpa over atau under, hehehe.
Exposure pada intinya menunjukan seberapa banyak cahaya yang masuk dalam kamera, atau seberapa banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh sensor dalam kamera.
Menurut thefreedictionary.com arti exposure adalah : The act of exposing sensitized photographic film or plate.
Dalam fotografi, yang menentukan besarnya nilai exposure disaat kita mengambil sebuah foto ada tiga. Ketiga elemen tersebut sering dikenal sebagai segitiga exposure.
Ketiganya sangatlah berperan dan saling mempengaruhi satu sama lain, dalam menentukan hasil exposure atau terang dan gelap dari sebuah foto. Walaupun tentunya ada juga beberapa faktor lain yang turut andil dalam menentukan exposure dalam sebuah karya fotografi, tetapi yang menjadi dasar atau fondasi tetaplah ketiga elemen tersebut.
Ketika kamu mengubah salah satu nilai dari ketiga elemen tadi, itu akan berdampak pada elemen yang lain sehingga mempengaruhi keseluruhan nilai exposure pada akhirnya.
Jika kamu menaikkan nilai shutter speed menjadi semakin cepat, biasanya itu akan menurunkan tingkat exposure foto, atau foto akan menjadi lebih gelap. Untuk mengimbanginya maka kita harus mengubah nilai aperture ataupun mengubah nilai ISO agar exposure tepat.
Memahami Aperture Saat Memotret dan Dampaknya Dalam Foto Anda
kita sudah membahas mengenai eksposure dalam fotografi, serta mempelajari bagaimana segitiga eksposure dimana ketiga elemen tersebut saling berkaitan, dan saling mempengaruhi. Kini kita akan membahas mengenai aperture dan dampaknya dalam foto.
Aperture atau bukaan lensa adalah ukuran yang menunjukan seberapa besar lubang yang terletak dalam lensa terbuka.
Jika shutter speed membatasi jumlah cahaya yang mengenai sensor kamera dengan seberapa cepat shutter di kamera membuka dan menutup, maka aperture membatasi jumlah cahaya dengan mengatur seberapa besar lubang lensa terbuka.
Untuk semua jenis lensa memiliki nilai aperture minimum dan maksimum yang berbeda. Untuk lensa kit atau lensa bawaan kamera biasanya memiliki nilai bukaan bervariasi mulai dari f/3.5-5.6.
Blur di background foto sering juga disebut dengan bokeh, nah salah satu keuntungannya menggunakan lensa dengan bukaan besar adalah bokehnya yang keren.
Teknik bokeh atau blur pada background foto sering diaplikasikan ketika kita memotret model atau orang, karena hasil foto tersebut biasanya akan lebih dramatis (baca : menarik perhatian).
Bokeh ini berkaitan erat dengan pembahasan mengenai depth of field atau ruang tajam.
Depth of field menunjukan seberapa besar ruang tajam atau daerah pada foto yang kita ambil yang tampak tajam.
dari penjelasan dan foto-foto di atas seharusnya anda bisa mengambil kesimpulan sendiri, tapi jika belum, kita lihat foto di bawah ini.
Pada foto di atas menggunakan bukaan aperture f/11, sehingga keseluruhan foto tampak tajam, mulai dari air laut sampai di awan putih yang tampak jauh.
Jadi jika anda menginginkan keseluruhan area yang anda ambil dalam foto tampak tajam, gunakanlah nilai f yang besar, sebaliknya jika anda menginginkan bokeh atau DoF yang sempit, dan cuma pada area yang ingin anda fokuskan tampak tajam, gunakanlah aperture atau bukaan sebesar mungkin yang dimiliki oleh lensa anda, maka area selain yang terfokus akan blur.
Mengenal Shutter Speed dan Fungsinya
Dengan mengubah nilai shutter speed maka kita bisa mendapatkan berbagai efek tertentu yang muncul dalam foto kita nantinya.
Shutter speed atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi kecepatan rana, merupakan salah satu elemen pembentuk segitiga eksposure, Shutter speed merujuk kepada berapa lama shutter kamera terbuka, dan mengijinkan cahaya mengenai sensor.
Jadi semakin cepat shutter speed yang anda pilih, maka semakin cepat dan semakin sedikit cahaya yang mengenai sensor kamera, hal itu yang menyebabkan di ruangan yang gelap dan anda menggunakan shutter speed cepat, bisa menyebabkan hasil foto menjadi gelap atau under eksposure.
Hal sebaliknya berlaku ketika anda menggunakan shutter speed lambat atau slow speed, maka cahaya yang mengenai sensor akan semakin banyak, karena shutter terbuka dalam waktu yang lebih lama.
Shutter speed yang lambat akan menyebabkan foto yang dihasilkan lebih terang (jika terlalu lama bisa over eksposure), namun dampak yang paling signifikan biasanya dari shutter speed yang dipilih terlalu lama adalah foto yang kita ambil sangat rentan blur karena getaran tangan kita.
Dengan kecepatan tinggi kita bisa membekukan gerakan, apa maksudnya membekukan gerakan? Ketika kita menentukan shutter speed yang tinggi, atau pada beberapa kasus shutter speed bisa sangat cepat, maka gerakan objek itu bisa seakan terhenti atau beku (motion freeze), contohnya ketika kita memotret orang berlari dengan kecepatan 1/1000s maka di foto yang kita hasilkan kita bisa melihat gerakan orang tersebut terhenti, atau seolah diam.
Sebaliknya jika kita menggunakan shutter speed rendah, maka manfaatnya adalah kita bisa menghasilkan jejak cahaya atau light trails ketika kita memotret jalan raya atau lalulintas di malam hari.
Karena shutter membuka dalam waktu lama, cahaya lampu yang dihasilkan oleh kendaraan yang lewat akan membentuk garis cahaya.
Oke sekian dulu dari saya, see ya
Sumber asli : http://www.saveseva.com/kumpulan-tips-belajar-teknik-dasar-fotografi-bagi-pemula/
Sumber asli : http://www.saveseva.com/kumpulan-tips-belajar-teknik-dasar-fotografi-bagi-pemula/






No comments:
Post a Comment